Ese Trafic Light, Kojo ese memang borek. Setiap Hari ese kono jago lalu linteh, tak kiro la maso tu tongah paneh ko, hujan pojo ko, ribut taufan ko dll... ese totap menjalankan tugas ese yg tolah dipertanggungjawabkan.
Ese banggo dgn kojo ese ni, memberi khidmat kepado semuo pengguno jalan rayo. Tapi sojak akhir-akhir ni ese dah mulo tawar hati dongan kojo ni. Mungkin ese nak cari kojo lain lah pulak. Ekau tahu tak kenapo ese tawar hati? Ekau semuo la penyobab eh!!!
Yang pertamo eh ese ni selalu ekau maki hamun, kok sehari tu 100 orang yang menggunokan khidmat ese ni, mungkin 30 orang daripado eh menyumpah ese. Botol ko tidak... topuk dado tanyo selero. Ese ni ado 3 warno iaitu merah, kuning dan hijau. Merah tando eh beronti, kuning bersedio utk beronti dan hijau maksud eh boleh jalan.
Bilo lampu merah menyalo ajo mulo la ado yang mengoluh, muko jadi merah samo mcm warno lampu ese. Bawak2 la bersabar, ese ni nak menjalankan tanggungawab ese mengelakan kemalangan ajo. Ponah ko ekau ucap terimo kasih kek ese sobab bilo ekau nak melinteh ajo time tu pulak lampu ese bertukar ko warno merah? Paham ese tu, kalau kek rumah pun bilo time lampu merah ado yang mengoluh panjang kan.
Bukan setakat bilo lampu menyalo jo kono marah rupo eh, tak menyalo laie lah pulak kono maki hamun. Perkataan yang biaso ese dongar time ese tak menyalo mcm ni ha.. “hayooo, apo lah tak menyalo lak ni, menyusahkan org botol lah lampu ni” lobih kurang mcm tu la.. Tapi time menyalo lak ado yang kato mcm ni “apo lampu ni nih, kojap2 merah- kojap2 merah, hampeh botol.. org nak copek ni”. Cmtu lah lobih kurang tapi ado bahaso yg kosat laie tu, meleleh air mato ese karang kok cerito semuo eh.
Antaro pengalaman yg ese tak dapek lupokan maso kojo jadi trafic light ni ialah ragam penunggang moto. Heran botol ese tengok eh, ado yang menyarap la ateh moto, menonggeng la, tayar terangkek rangkek la dan mcm2 laie lah... Ese ingat yang kek dalam hutan ajo yang suko buek perangai mcm tu.
Ese cerito sikit jo laie lah yo, tapi ni time cuti sekolah lak. Badan ese ni dah tak tahu nak jadi apo time cuti sekolah, berikek sanun, bertampal kek sini... “RUMAH PENGANTIN 30KM KE DOPAN'... “PAK MAT TUKANG SUNAT 3 LANGKAH LAIE AJO MASUK KANAN”.. itu lah yang disangkutkannyo kek badan ese. Kok yg buek kenduri tu ado jomput ese sekali sodap jo hati ni, meraso jugak makan lauk kenduri.. tapi yg Pak Mat tu tak jomput ese pun takpo lah... kok manjek pokok kelapo ese nanti.
Itulah serbo sedikit pasal kojo ese sebagai Trafic Light, ese maleh nak cerito bab makan asap hitam hari2, kono langgar lah dll.. cukup ajolah sampai kek sini ajo luahan hati merangkap cerito pekerjaan ese sebagai Trafic Light. Jumpo laie nanti bilo ese dapek kojo baru, yang ese raso boleh ese cerito kek semuo fan EAN9... Assalamualaikum.. salam sejahtero.
Kenapa hari Jumat yang jadi hari besar umat Islam?
Ada beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan di atas.
Namun, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya dijelaskan juga. Yuk qita simak….
Dari Salamah dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda:
Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as., Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi, dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorangpun berdo’a kecuali Dia akan mengabulkan do’a itu. (HR. Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata “Sesungguhnya dinamakan hari Jum’at dengan Jum’at dikarenakan kata jum’at itu merupakan musytaq (derivasi kata) dari al-Jam’u (himpunan atau kumpulan). Sesungguhnya umat Islam berkumpul pada hari Jum’at tiap minggu sekali di dalam suatu tempat yang sangat besar (masjid)…” Allah memerintahkan kaum mukminin untuk berkumpul dalam rangka beribadah kepada-Nya, Allah Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengatakan: “Termasuk petunjuk Nabi, ialah mengagungkan, memuliakan dan mengkhususkan hari agung ini dengan berbagai macam bentuk ibadah…”. Dan dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menghitung lebih dari 30 keistimewaan dari hari agung ini. Di antara keistimewaan bagi hari Jum’at adalah:
• Hari Jum’at adalah hari raya yang selalu berulang. Maka dari itu puasa pada hari Jum’at tanpa hari yang lain diharamkan, untuk membedakan dengan kaum Yahudi dan Nasrani juga agar umat Islam mempergunakannya dalam memperbanyak amal seperti shalat, doa dan yang lainnya.
• Hari Jum’at adalah yaumul mazid, yaitu hari saat Allah menampakkan diri di hadapan kaum mukminin di surga nanti. Allah berfirman:
Mereka di dalam surga memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya”. (QS. Qaaf: 35)
‘tambahannya’ dalam ayat ini menurut Anas bin Malik adalah Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at.
• Pada hari ini terdapat waktu mustajab. Nabi, bersabda:
Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat suatu saat yang tidak ada seorang muslimpun yang melaksnakan shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah kecuali dikabulkan”. (HR. Bukhari dan Muslim)
• Keutamaan amal shalih di dalamnya. Nabi, bersabda:
Ada lima perkara, siapa saja yang melakukannya pada satu hari maka dia termasuk ahli surga; orang yang menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah, berpuasa, pergi ke shalat Jum’at dan memerdekakan seorang budak.
Yang dimaksud dengan puasa dalam hadits di atas adalah yang bertepatan pada hari Jum’at tanpa disengaja.
• Hari terjadinya kiamat. Nabi, bersabda:
Tidak terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jum’at. (HR. Muslim)
• Hari dihapusnya dosa-dosa. Dari Salman Al-Farisi beliau berkata: Nabi, bersabda:
Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan minyak rambut sebaik mungkin atau memakai wewangian dengan sebaik-baiknya kemudian dia keluar (pergi ke masjid) dan tidak memisahkan dua orang (dengan melangkahi mereka), kemudian melakukan shalat yang telah ditentukan, lantas mendengarkan khutbah kecuali diampunkan dosanya antara hari itu dan Jum’at yang lain. (HR. Bukhari)
• Orang yang pergi ke shalat Jum’at dengan berjalan kaki mendapatkan pahala besar. Nabi, bersabda:
Siapa saja yang mandi pada hari Jum’at dan pergi lebih awal menuju tempat Jum’at kemudian berjalan kaki tanpa kendaraan dan mendekat kepada imam lalu mendengarkan khutbah tanpa disertai dengan amalan sia-sia, maka dari setiap langkahnya dia mendapatkan amal satu tahun pahala puasa dan shalatnya. (HR. Abu Daud)
• Dari Jum’at yang satu sampai Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa yang terjadi di antaranya ditambah tiga hari. Nabi, bersabda:
Siapa saja yang mandi lalu mendatangi shalat Jum’at. Kemudian shalat semampunya terus mendengarkan khutbah hingga selsesai lalu shalat bersama imam, maka diampunkan dosanya yang terjadi antara dua Jum’at ditambah tiga hari. (HR. Muslim)
• Meninggal pada hari atau malam Jum’at termasuk tanda husnul khatimah. Nabi, bersabda:
Siapa saja yang meninggal pada hari atau malam Jum’at maka dia terpelihara dari fitnah kubur. (HR. Ahmad)
• Sedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada sedekah di hari lainnya. Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jum’at dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya. Saya telah menyaksikan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jum’at beliau bawa apa yang ada di rumahnya lalu beliau sedekahkan dalam perjalanannya menuju masjid secara sembunyi-sembunyi”.
Disamping itu masih ada banyak lagi keutamaan dan keistimewaan lain bagi hari agung ini.
Memuliakan hari Jum’at dalam agama Islam tidak berdasarkan penalaran manusia belaka melainkan petunjuk langsung dari Allah melalui Nabi Muhammad saw. Selain itu, umat muslim juga menyadari bahwa penetapan hari yang dimuliakan akan berbeda untuk setiap umat dari Nabi yang membawa wahyu Allah. Yang terpenting adalah ketauhidan umat dari para Nabi tersebut. Firman Allah:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). [QS. An-Nahl: 36]
Dikutip dari: tugas akhir mata kuliah SPAI psikologi UPI